Wawancara Eksklusif kepada Kemanan Pesantren

  • Bagikan

Pandemi Covid-19 sangat merepotkan proses pendidikan da pengajaran. Baik formal maupun non-Formal. Pesantren pun tidak lepas dari penerapan protokol kesehatan. Penjagaan pada ‘Batas Santri Sampai di Sini’ pun semakin ditingkatkan. Akses keluar-masuk pesantren dijaga ketat 24 jam. Tidak cukup dari itu, Bag. Ketertiban dan Keamanan pun bersinergi dengan Bansus guna pengamanan pesantren yang lebih maksimal. Simaklah hasil wawancara kami kepada Kabag. Ketertiban dan Keamanan, terkait pembatasan akses keluar-masuk pesantren!

Penjelasan pengurus terkait pembatasan akses keluar-masuk pesantren?

Pesantren diperbolehkan menyelenggarakan proses pembelajaran, tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Yang terpenting dari protokol kesehatan itu harus melakukan social distancing dan tidak boleh berhubungan dengan orang luar. Yang di dalam tidak boleh keluar, yang diluar tidak boleh ke dalam. Sehingga titik aktif akses keluar-masuk pondok itu dijaga agar tidak keluar-masuk. Kalaupun ada, hanya bagi yang sudah sesuai prosedur perizinan.

Oh, ya, bicara tetang perizinan, kami malah teringat situs yang melayani Jasa Pengurusan SLF. Bagi Anda yang membutuhkan, bisa banget nih untuk sekali-kali mengunjungi websitenya.

Kapan akses keluar-masuk akan dibuka kembali?

Kalau diluar sudah dinyatakan aman, mungkin nanti pesantren akan segera kembali biasa seperti sebelumnya. Makannya orang ngirim tidak bisa ketemu anaknya, ngirim barang, ya barangnya yang dititipkan. Awalnya mengirim barang pun aslinya tidak boleh. Sebab, orang ngirim dengan jumlah santri yang mencapai puluhan ribu tentu tidak akan tertib. Pastinya juga akan merembet. Ada yang mencuri waktu dan tidak teratur, akhirnya dipusatkan. Penyentralan di selatan sebagai solusi untuk meminimalisir pelanggaran, itupun masih banyak saja kendala-kendalanya.

Untuk Balai Tamu, apakah ada kelonggaran?

Kalaupun ada, itu juga diprioritaskan bagi santri yang masih tidak kerasan. Ada wacana di balai tamu akan diberi sekat agar santri bisa bertemu, bisa ngomong tapi tidak bisa bersentuhan. Masuknya steril dan keluarnya pun disterilkan. Bagaimanapun nanti tetap harus mengikuti protokol pemerintah. Kemarin baru diusulkan dan belum diputuskan. Saat ini masih mengkaji plus-minusnya.

Perkembangan pencegahan covid-19 di pesantren?

Beberapa kali ada isu yang sampai keluar dan menjadikan gaduh. Jadi, orang diluar itu ramai. Ketika orang diluar ramai, tentu akan menjadi sorotan pemerintah. Beberapa kali Tim Gugus Covid-19 dan pemerintah kab. Pasuruan datang kesini untuk kroscek kebenaran isu seperti ini. Apa benar tidak melakukan social distancing. Sayangnya, isu tersebut malah dikembangkan oleh santri sendiri. Bisa jadi masih dalam musyawarah, masih digodok dalam pembahasan. Santri masih bisa menyalurkan aspirasi. Namun, kalau sudah diundangkan (baca: putusan) menjadi peraturan ya mohon ditaati. Itu yang harus dipahami.

Pesan untuk teman-teman santri?

Tolong bagi teman-teman santri ikut mensosialisasikan yang menjadi peraturan, tidak membuat isu sendiri. Itu yang paling penting. Menaati apa yang menjadi peraturan pesantren. Menjauhi mengeluarkan yang tidak/ belum menjadi keputusan pesantren. Teman-teman diminta menaati apa yang sudah menjadi peraturan. Maka jangan dipertanyakan lagi apa alasannya, seperti masker, cuci tangan dan pola hidup bersih.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.