“Bagaimana perasaan anda saat ada tukang pijat, enggan untuk memijat?” mungkin aneh saat seseorang yang seharusnya berperan demikian malah emoh dan sukar untuk melakukanya.

Sebenarnya kata-kata itu muncul, saat saya inginberperan menjadi jurnalis tapi malas untuk menulis. Seseorang yang sudaj tidak melakukan peran ia telah kehilangan nilai dirinya. Karenanya ‘apa’ yang kita inginkan lebih tepatnya di ukur dengan ‘apa’ yang kita lakukan.

Disetiap sesuatu, mesti ada sebab. Dan di setiap sebab, mesti ada ingin. Keinginan muncul dari adanya pengetahuan. Ketika saya berpikir tentang hidup saya. Rasanya masih naik turun, naik turun untuk melakukan sebuah usaha. Ibaratnya motor mogok mesti ada yang harus di benahi

Mgomong-ngomong tentang pijat, ini ada Outcall Massage in Bali atau Bali Outcall Massage yang siap memijat Anda. Oke, kita lanjut pembahasan.

Kemudian setelah saya telaah lebih dalam lagi, yang membuat saya kehilangan potensi adalah terelalu memperhatikan isi perut, dan masih sulit untuk emninggalkan yang enak-enak. Padahal nilai keberhasilanyang sesungguhnya saat seseorang mampu meninggalkan nafsunya untuk keinginan yang seharusnya. “Lek pingin seng enak, tinggalno seng enak” kalau ingin yang enak tinngalkanlah yang enak. Maksud yang tujuan beliau yang sebenarnya adalah jika kita ingin mendapatkan kesuksesan kita harus tidak enak dulu, dengan payah dan Lelah memperjuangkanya.

Kemudian, saat saya telah menemukan problema dalam diri saya, saya harus segera membenahinya. Walaupun mencabut duri membuat kita sakit, akan lebih sakit lagi jika kita terus membiarkanya.

Categories: Rangkaian

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *