Rangkai Kata:

Sebenarnya aku tidak yakin, kata-kataku bisa menenangkan. Namun, jangan khawatir, tentang segala masalah yang ada, aku siap mendengarkan.

Rangkai Kata:

Perkara rindu terkadang kejam. Ia hadir saat kau tak mampu berkata-kata. Akhirnya kau hanya diam dan terus menahan diri. Padahal, dari hatimu yang paling dalam, ada sesak yang kian menyiksa. Meski begitu, kau tetap saja bilang, aku baik-baik saja.

Rangkai Kata:

Buang jauh-jauh kalimat “Kalau dulu berani berterus terang, mungkin tidak berakhir seperti ini”. Yakinlah setiap orang itu punya jatah yang tak mungkin tertukar.

Rangkai Kata:

Tak perlu muluk dalam menilai. Aku tak ingin kau kecewa saat melihatku berbuat di luar ekspektasimu. Aku manusia biasa, masih banyak cela.

Rangkai Kata:

Patah itu tidak mesti tulang. Hati pun bisa. Tapi tak mengapa, setidaknya kau sudah berusaha.

Rangkai Kata:

Bagiku menenangkan diri itu mudah. Cukup dengar kabar kalau kamu baik-baik saja.

Rangkai Kata:

Jika kehadiranmu sudah tak lagi diharapkan, kenapa tidak pergi? Bukankah itu lebih baik daripada terus menyiksa diri? Jangan kau buang umurmu untuk menunggu hal yang bukan semestinya. Di sana masih banyak orang baik yang siap menerimamu dengan seluruh.

Rangkai Kata:

Bagaimana kabarmu hari ini? Lebih banyak mana, juang atau angan? Sekarang waktunya istirahat. Selamat tidur, mimpi indah saja, jangan mimpi saya.

Rangkai Kata:

Kenanglah segala kebaikan yang orang lain berikan padamu, lalu tanamkan keinginan agar bisa seperti mereka. Selamat tidur. Jangan lupa beroda.

Rangkai Kata:

Terus perbaiki diri dan yakinlah ada orang yang diam-diam menaruh harap dan mendoakanmu dalam sepertiga akhir malamnya. Sekarang istirahatlah, jangan lupa berdoa.

Rangkai Kata:

Pernah memikirkan bagaimana seorang pendamping idaman. Ternyata yang terpenting adalah merasa senang saat memandangnya, merasa tenang saat bersamanya. Saat itulah tak perlu ada lagi kriteria-kriteria.

Rangkai Kata:

Berdamai dengan keadaan itu perlu. Terlebih saat ada harap yang tak tertangkap. Ada mimpi yang harus terhenti.

Jangan lupa baca juga Rangkaian #1


1 Comment

Rangkaian #1 - Rangkai Kata · 12 Januari 2020 at 20:34

[…] Jangan lupa baca juga Rangkaian #2 […]

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *