Malapetaka Durhaka

  • Bagikan

Dari berbagai media sering kita mendengar beberapa berita yang berkenaan kekerasan terhadap orang tua, baik dengan cara berkata kasar atau sampai berujung kepada pembunuhan. Mengenai hal itu tentu saja penyebabnya dikarenakan kurangnya moral di tengah-tengah masyarakat, sehingga mengakibatkan tragedi yang sangat tragis. Padahal dalam Islam kedudukan kedua orang tua sangat besar di sisi Allah ﷻ, bahkan Allah ﷻ memberi balasan terhadap seorang hamba yang berbakti kepada orang tua. Salah satunya seperti memberikan sumber kebahagiaan hidup sebagaimana hadis yang disampaikan Rasulullah ﷺ yang berbunyi: ‘’Barang siapa yang ingin panjang umur dan memperoleh rezeki melimpah ruah, maka hendaklah dia berbakti kepada orang tua dan menyambung tali silaturahmi”.

Namun di kalangan umum perihal kejadian kekerasan kepada kedua orang tua, banyak yang tidak mengetahui kalau durhaka kepada orang tua menjadi salah satu tanda hari kiamat. Meskipun kita tidak mengetahui kapan dan tanggal berapa kiamat itu tiba, setidaknya kita mengetahui persoalan tersebut agar selalu berhati-hati dalam beradab kepada orang tua. 

Salah satu dalil yang menjelaskan perihal tersebut, sebagaimana dalam hadis yang disampaikan Shahabat Abu Hurairah yang berbunyi: Rasulullah ﷺ pada suatu hari berada di hadapan manusia, kemudian datang seorang laki-laki mendatangi Beliau seraya berkata: “Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Beliau menjawab “Tidaklah orang ditanya tentangnya lebih mengetahui jawabannya dari pada orang yang bertanya, akan tetapi aku akan menceritakan kepadamu tentang tanda-tandanya yaitu jika seorang budak wanita melahirkan tuanya.’’ Adapun maksud sabda Rasulullah ﷺ: “jika budak wanita melahirkan tuanya” adalah terjadinya dekadensi moral, sehingga banyak anak-anak yang berani dan durhaka kepada orang tua mereka. 

Selain menjadi tanda-tanda hari kiamat, durhaka kepada orang tua juga termasuk dosa besar terhadap pelakunya sesusai hadis yang disampaikan Shahabat Abdullah bin Umar bin Ash dari Nabi Muhammad ﷺ, Beliau berkata: “Dosa besar itu ada di beberapa perkara (1) menyekutukan Allah ﷻ (2) durhaka kepada kedua orang tua (3) bunuh diri dan yang terakhir sumpah dusta’’.( HR. al-Bukhari ) Dan juga dalam hadis yang menjelaskan juga seorang anak yang durhaka juga akan dijauhkan dari kenikmatan surga sebagaimana hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dan Imam Ahmad yang berbunyi: “Ada tiga jenis manusia yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, orang yang durhaka kepada kedua orang tua, dan seorang dayyuts (orang yang membiarkan kejahatan berlaku dalam keluarganya, merelakan istri dan anak perempuan selingkuh)”.

Berbicara tentang kejahatan, kedurhakaan, dan selingkuh saya malah teringat dengan jasa detektif swasta. Cocok sekali bagi Anda yang sedang membutuhkan peneliti yang handal. Oke, lanjut!

Selain itu Allah ﷻ tidak meridai terhadap perbuatan durhaka kepada orang tua yang cocok dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Hakim yang berbunyi: “Ridha Allah tergantung rida orang tua, dan murka Allah pun tergantung pada murka kedua orang tua”.

Dengan demikian dari beberapa penjelasan tadi semoga ini menjadi wawasan kita, agar selalu mempraktekkan adab sopan santun kepada kedua orang tua dan terutama di tengah-tengah masyarakat kita.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.