Kisah Petugas Klinik

  • Bagikan

Balai Pengobatan atau Klinik Pondok Pesantren adalah salah satu dari sekian instansi yang bertugas mengatasi hal-hal yang berkenaan dengan kesehatan santri, yang di kordinir langsung oleh pengurus harian PPS.  Untuk menjalankan mandatnya, petugas bagian klinik membutuhkan petugas yang dapat membantu memaksimalkan tanggungannya. Nah dari sekian banyak petugas klinik, ada satu petugas yang tidak pernah dan tidak akan bisa tergantikan.

Dia bernama Abdu Kholiq, lahir di Sungan Selamet Dalam, Siantan Hilir, Pontianak, Kalbar pada 16 Oktober 1995. Dia menjadi petugas klinik sekitar 10/11 tahun lebih. Abdu kholiq bisa dibilang petugas yang multi talent mengingat kemampuannya yang serba bisa. Selain mempunyai jabatan sebagai Admin Klinik, tidak jarang dia juga membantu petugas yang lain untuk merawat santri yang terkena penyakit gatal-gatal, cacar, dan penyakit kulit lainnya. Selain itu dia juga sering membantu petugas kebersihan klinik menjalankan tugasnya. Tak hanya itu, ketika petugas bagian perizinan santri yang ingin pulang karena sakit berhalangan, maka Kholiq lah yang menggantikannya mengingat dia sudah faham seluk beluk klinik.

Berbicara seputar perizinan, kami teringat dengan situs ahli perizinan. Salah-satunbya tentang perizinan IUP-OPK. Bagi Anda yang penasaran, bisa langsung cek di websitenya, ya! Oke, kita lanjutkan ceritanya.

Dalam melaksanakan tugasnya dan membantu petugas yang lain, dia tidak pernah mengeluh ataupun berkeluh kesah ke siapapun karena menurut dia hal tersebut perlu dilakukan sebagai ladang khidmah pada pondok dan masyayikh. Semua itu dia lakukan dengan harapan mendapat  barokah dari masyaikh dan menjadi bekal baginya ketika hidup di tengah-tengah masyarakat nanti. Ketika ditanya kapan dia akan boyong, dia hanya tersenyum, menurutnya pertanyaan seperti itu tidak harus dia jawab.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.