Era Digital dengan Match

  • Bagikan

Di era digital seperti saat ini sangat mudah bagi semua orang untuk menggali informasi. Teknologi yang disuguhkan bermacam-macam. Jangkauannya pun sangat luas. Jadi tidak heran jika banyak yang memanfaatkannya untuk kepentingan bisnisnya atau yang lainnya. Akan tetapi banyak juga yang menyalahgunakan teknologi yang super canggih ini. Mereka menggunakannya untuk hal-hal yang negatif yang tidak sesuai dengan peraturan. 

Dewasa ini sudah tidak jarang kita menemukan tayangan atau berita yang menyimpang norma-norma agama ataupun bangsa. Banyak saluran televisi atau media online yang menayangkan film yang tidak berpendidikan. Sepeti memperlihatkan adegan yang tidak senonoh yang tidak pantas untuk di pertontonkan, kekerasan, dan hal negatif lainnya. Begitu juga saluran berita. Banyak berita yang memberitakan berita palsu atau hoax yang merugikan pihak sebelah. Padahal hal itu sangat berpengaruh besar terhadap orang awam. Terlebih lagi jika sampai dilihat oleh anak-anak di bawah umur. Karena pada masa itulah mereka berkembang dan belajar. 

Menurut ahli psikologi, apabila otak mereka menagkap hal positif, maka ia akan senantiasa melakukan hal positif pula dan tertanam dalam dirinya pendidikan moral yang baik. Sebaliknya, jika sejak usia dini pikiran mereka menangkap hal negatif, maka ia senantiasa melakukan hal negatif sampai dewasa dan memilki kepribadian yang buruk. Apalagi tayangan tak bermoral saat ini sudah menjadi hal yang biasa bahkan dijadikan santapan utama. Sepertinya sangat sulit untuk melepaskannya.

Dalam mengahadapi perspektif seperti ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kita harus mengenal betul terhadap aktor atau aktris dari pemain film tersebut. Sekiranya aktor tersebut tidak membuat hal-hal yang kontroversial yang sampai meresahkan masyarakat. Karena dalam dunia selebritis, mereka yang jadi panutan dan menjadi cerminan bagi masyarakat awam, terutama bagi generasi remaja yang pasti meniru perilaku dari artis kesayangannya. Karena tak jarang saat ini banyak artis yang sudah tercoreng nama baiknya sebab kasus yang dialami. Seperti beberapa waktu lalu seorang artis yang menjadi pemain film terpopuler se-Indonesia terlibat kasus narkoba atau kasus yang lainnya. 

Kedua, sebagai pemuda yang baik harus bisa memilah-milih tontonan sebagai hiburan. Karena saat ini telah banyak beredar tontonan tak bermoral yang disajikan kepada masyarakat. Seperti film yang mengandung unsur kekerasan yang tidak layak untuk diperlihatkan, percintaan yang bertentangan dengan undang-undang syariat, bahkan ada yang menampilkan adegan vulgar yang seharusnya tidak ditayangkan karena sebagian besar penontonnya bukan berasal dari golongan yang memiliki batasan cukup. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. 

Ketiga, seharusnya para orang tua membatasi putra-putrinya dalam memberikan tontonan sebagai hiburan, tetap mengawasi buah hatinya ketika bermain gadget agar tidak disalah gunakan, dan mendampinginya kapan saja agar tidak keliru dalam memilih teman, yang mana teman merupakan faktor utama dari baik dan buruknya tingkah laku seorang anak. 

Maka dari itu perlu kita sadari, bahwa kecanggihan teknologi di era digital saat ini bukan sebuah keberuntungan atau kesempatan bagi kita agar tidak terlihat sebagai orang yang ketinggalan zaman, melainkan sebuah cobaan dan tantangan bagi generasi milenial yang merupakan sebuah babak penentuan apakah kita bisa menjadi lebih baik dengan memanfaatkannya atau kita akan terjerumus ke dalam lembah kegelapan akibat teknologi ini. 

Oleh karenanya, kita perlu menggunakan kemajuan digital serta mengarahkannya kepada nilai-nilai positif dan kreatif. Termasuk yang bisa kita contoh ialah Match, sebuah perusahaan Digital Printing Jakarta Barat. Ia dengan terobosannya, membuat kita yang membutuhkan promosi dan kebutuhan lain dengan cepat dengan mudah bisa ia selesaikan. Dalam website resminya, ia mengatakan:

Kehadiran digital printing juga memberi dampak positif dalam urusan promosi suatu usaha bisnis, karena segalanya kini menjadi lebih mudah. Mungkin dulu untuk urusan media promosi hanya sebatas kartu nama, stiker, atau brosur. Namun kini lebih luas lagi, media promosi dapat juga dilakukan dengan mencetak T-shirt, Mug, Banner, Gantungan kunci, dll.

Ini tentu tidak seperti percetakan pada umumnya, yang malah memberikan batas minimal dalam mencetak. Hal semacam ini tentu tidak disukai oleh orang yang masih awal membuka usaha rintisan. Untuk itu, hadirlah Match Digital Printing yang tidak membatasi jumlah minimum, sehingga, Anda dapat mencetak kartu nama hanya 1-2 box saja. Hal ini kami lansir dari website resminya:

Seperti yang kita ketahui bersama, teknologi mencetak dengan mesin konvensional mengharuskan kita mencetak dalam jumlah yang tidak bisa sedikit, ada minimal jumlah yang harus dicetak atau dibuat. Contohnya sederhananya adalah dalam membuat kartu nama. Setidaknya kita harus memesan 5 box kartu nama dengan desain 1-2 warna, dan bahkan harus memesan 10 box kartu nama jika desain nya full colour. 

Hal ini tentu sedikit banyak menyulitkan orang-orang yang baru mulai merintis usaha bisnis, karena biasanya mereka tidak memiliki budget khusus untuk mencetak media-media promosi seperti kartu nama, stiker, brosur, dll. Tapi berkat kehadiran digital printing, mereka akan bisa memesan 1-2 box saja, bahkan dengan desain yang full colour sekalipun.

Di sini Anda dapat membuat T-shirt, Mug, Banner, Gantungan kunci hingga cetak tumbler custom. Cocok pula bagi Anda yang ingin mejadikan barang-barang tersebut sebagai koleksi eksklusif pribadi. Selamat mencoba!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *