Emaal Mulai Tunjuk Taring. Tak Pernah Puas dengan Karya dan Lena akan Zaman

  • Bagikan

Jarum anak jam mengarah pada angka sembilan. Cuaca pagi itu sangat baik. Pada bulan Maret, bumi sering dibasahi hujan. Maklum, musim tengkujuh. Tapi, waktu itu suanana mau bersahabat dengan kami-kru HitupMP3.com-untuk melaksakan tugas. Terpampang gagah gedung SEC Sidogiri. Melangkah kaki menapaki anak tangga satu per satu dengan penuh keyakinan. Sontak senyuman penjaga resepsionis menyihir kami unutk mendekatinya lebih dekat lagi. Pelayanannya sangat ramah. Duduklah kami bersama Ust. Aminullah, Staf SPV (supervisor) setelah ditunjuk penjaga resepsionis. Sikapnya pun tak jauh beza dengan pentugas yang awal. Service excellent lima bintang apresiasi dari kami.

Dari situ berawallah perbualan asik bersamanya. Penjelasan yang apik membuat rasa ingin tahu yang tinggi. Pembicaraan pun melober ke mana-mana, mulai dari ekonomi pesantren hingga menjelaskan pola candlestick lengkap. Kemajuan teknologi yang membuat geleng-geleng kepala, terus tumbuh hingga saat ini. Emaal juga tak mau kalah dan tak terlena dengan kepuasannya. Ia tidak hanya sebagai “pengganti manfaat” uang, sebagaimana yang diketahui secara global. Padahal kartu senilai Rp 10.000 tersebut suatu kabar gembira bagi santri dari sosok yang selalu singgah dalam tidur lenanya, yakni si panjang tangan. Pasalnya, sistem transaksi Emaal sangat baik pengamaanannya bagi tahap awal. Setiap pengguna yang melakukan transaksi, otomatis akan menyimpan data-data lengkap. Terdiri dari  bulan, hari, jam, menit, dan detik pelaksanaan.  Tak luput juga barang belian dan tempat transaksi juga terdata dengan rapi oleh sistem tahapannya. “Dengan syarat, pin akun tidak diketahui oleh siapapun.” Guyon lelaki berisi tersebut. 

Setelah penjelas darinya, kami ditawari untuk menjumpai atasanya alias Ust. M. Mua’rif selaku Manajer Fintek (finansial teknologi). Kami melanjutkan kembali percakapan yang sempat putus tadi. Kehadiran kami pun ditanggapi, dan mulailah penjelasan seterusnya. Lambat laun, Emaal mulai tunjukkan taring. Ia bekerjasama dengan pihak perbankan agar bisa dimanfaat oleh non-santri. Awal keberadaan Emaal, bermula dari keinginan pengurus pleno. Apa solusi untuk meminimalisir kehilangan uang di pesantren? Soalan sederhana ini menjadi PR untuk pihak kepontren. Akhirnya,  karya yang diberi nama Emaal ini, sesuai dengan sasaran. Jackpot! Namun, pihak kepontren berinisiatif supaya bisa dimanfaatkan oleh non-santri juga. Dari situ, pihak kepontren bekerjasama dengan perbankan BNI, karena sudah kenal akrab serta saling percaya dalam dunia bisnis. Muncullah Emaal dengan branding BNI (Emaal Tap Cash) seperti yang biasa kita lihat sekarang.

Disamping itu, pengguna Emaal selain santri sudah mencapai 70.000 personil. Salah satu ketertarikan konsumen non-santri menggunakan kartu tersebut karena aplikasi Emaal. Ia bisa di unduh melalui Play Store di smart phone masing-masing. Dengannya, tidak perlu bimbang lagi bagi pengguna yang ketinggalan kartunya di tempat kediaman. Dengan aplikasi yang ia miliki, sudah cukup membantunya dengan cermat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.