HitupMP3.comSiapa sangka pendiri WhatsApp ternyata dulunya tukang sapu. Pada biografi pendiri WhatsApp, saya kan memaparkan ceritanya, mulai dari remaja hingga sukses menciptakan WhatsApp.

Seorang remaja berumur 16 tahun asal Kiev, Ukraina, bernama Jan Koum. Dia pindah ke Mountain View, Amerika bersama ibu dan neneknya, karena situasi politik yang memaksanya pindah dari negeri asal untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Pada awalnya, sang ayah berkeinginan untuk bergabung tapi karena biaya hidup di Amerika tidak mencukupi, maka sang ayah memutuskan untuk tinggal di Ukraina. Ketika di Amerika. Koum (nama pangilan) mendapatkan bantuan sosial dari pemerintahan Amerika, sehingga memungkinkan untuk hidup di sebuah apartemen kecil berjumlah dua kamar. Dia di sana bekerja sebagai tukang sapu di toko kelontong dan ibunya bekerja sebagai baby sister.

Setiap hari Koum berkerja keras untuk membiayai hidupnya. Namun, gaji yang ia terima tidak mencukupi, maka dia mengambil jatah makanan gratis untuk para gelandangan atau tunawisma. Karena lumayan lama berada di Amerika, hingga ia bisa berbahasa inggris sedikit demi sedikit yang akhirnya bisa membuat ia sangat mudah masuk di salahsatu sekolah di Amerika dengan gratis.

Koum belajar mandiri lewat sebuah buku bekas yang dibelinya. Ia juga mempelajari teknik komputer dari buku tersebut. Setelah lumayan mahir dalam bidangnya, ia pun bergabung ke grup hacker yang bernama “w00w00”. Koum belajar semua itu ketika di jenjang SMA. Setelah lulus dari SMA, lalu melanjutkan kuliah di bidang komputer untuk lebih mendalaminya dan jurusan Matematika.

Karena bosan di saat pertengahan kuliahnya, ia memutuskan untuk berhenti dari kuliah. Kemudian ia bekerja sebagai pembungkus barang belanjaan di Supermarket dan berbagai pekerjaan lainnya. Ia melakukan pekerjaan itu sampai tahun 1997 M.

Setelah itu, kurang afdal jika tidak menyebutkan cerita ini dalam biografi pendiri WhatsApp. Koum bertemu Brian Acton dari perusahaan Yahoo. Enam bulan setelah itu Koum bekerja di perusahaan Yahoo dan keduanya menjalin persahabat. Setelah 9 tahun bekerja di Yahoo, Koum merasakan tidak nyaman dengan banyaknya iklan yang harus diurus. Ternyata Acton merasakan hal yang sama. Keduanyapun bersepakat untuk keluar dari perusahan tersebut. Saat itu Koum berusia 31 tahun. Ia sudah mengumpulkan uang untuk berbisnis setelah bekerja di perusahaan Yahoo.

Berpisahlah Koum dan Acton. Akantetapi setelah itu mereka tetap sering bertemu untuk mendiskusikan tentang sebuah bisnis. Pada suatu hari, tepatnya pada tahun 2009 M terjadi fenomena baru pada iPhone. Koum membelinya dan tertarik pada layanan AppStore. Menurutnya, aplikasi AppStore akan membuat insdustri baru yang berisi berbagai pengembangan pada aplikasi. Ia menemukan ide brillian itu dari aplikasi yang dapat melihat status pada kontak telepon iPhone. Ide itulah yang mendorongnya untuk menciptakan aplikasi WhatsApp. Ia baru tersadar bahwa ia secara tidak sengaja telah membuat layanan pengiriman pesan. Akhirnya perusahaan WhatsApp Inc, resmi didirikan di California, pada 24 Februari 2009 M. Hingga akhirnya, muncullah fouad whatsapp. Semoga bermanfaat!


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *