Dalam Islam, kita harus memuliakan tamu. Mulai dari tempat makan yang higenis dengan Kitchen Set Custom, hingga makanan yang disajikan juga harus terkesan memuliakan tamu. Banyak riwayat perihal adab memuliakan tamu. Salah-satunya yang akan kita bahas dalam artikel kali ini.

Suatu hari, ada seorang lelaki yang mendatangi Rasulullah saw. Lelaki itu mengucapkan salam, lalu mengtakan apa yang dialaminya.

“ Ya Rasulallah, sesungguhnya saya dalam keadaan lapar,” ujar lelaki yang wajahnya pucat itu.

“ Tunggulah, aku akan meminta makanan kepada istriku,” kata Rasulullah sambil tersenyum.

Rasulullah saw lalu menyuruh seorang sahabatnya untuk menemui salah seorang istrinya. Tak lama kemudian, sahabat yang disuruh itu kembali menemui Rasulullah saw. “ Ya Rasulallah istrimu tidak mempunyai makanan kecuali air minum,” ucap sahabat itu. “ mintalah ke istriku yang lainnya,” ujar Rasulullah saw. Sahabat itu pun pergi menemui istri Rasululah saw yang lain. Tapi, tak menunggu lama, ia kembali dan mengucapakan hal yang sama.

Jika malam ini ada yang berkenan menjamu tamuku, niscaya Allah SWT akan merahmatinya,” sabda Rasulullah saw kepada para sahabatnya. Para sahabat pun terdiam. Mereka sebenarnya mau menjamu, tapi di rumah mereka juga belum tentu ada makanan pada malam itu. Tiba-tiba, ada salah seorang sahabat Ansar berdiri.

“ Aku, Ya Rasulallah. Aku akan menjamu tamu malam ini,” kata sahabat Ansar itu. Sahabat Ansar itu kemudian pulang. Rumah sahabat Ansar itu sangat sederhana. Di dalamnya hanya ada alat memasak, kendi tempat air minum, dan sajadah. Di tenga-tengah rumahnya ada anak-anaknya yang sedang belajar dan asyik bermain. Di dapur, sahabat Ansar itu bertanya kepada istrinya. “ istriku adakah malam ini makanan untuk kita nikmati?” tanya sahabat Ansar itu.

“Ada, suamiku tapi itu untuk anak-anak kita,” jawab sang istri. “ Kalau begitu, hiburlah anak-anak dengan sesuatu. Jika mereka minta makan, bujuklah mereka sampai mereka tertidur, malam ini kita akan menjamu tamu, tamu kita adalah seorang lelaki yang sedang kelaparan” ujar sahabat Ansar. Istri sahabat Ansar itu mengangguk mengiyakan sambil berkata “ saya mengikuti perintahmu, suamiku” jawab sang istri. Dan bila tamu sudah datang matikan lampu agar kita terlihat sudah makan ,” ucap sahabat Ansar pada istrinya.

Malamnya setelah salat Isyak berjemaah, sahabat Ansar itu membawa tamunya ke rumahnya, istrinya melakukan apa yang diperintahkan suaminya. Anak-anak sudah lelap tertidur. Makanan pun dihidangkan. “ Ayo! Dimakan masakan istriku sangat enak.” Kata sahabat Ansar itu. “ Mari kita makan bersama-sama,” ucap tamu tersebut. “ Silakan makan yang kenyang bagian kami sudah dimakan terlebih dahulu,” ujar sahabat Ansar.

Setelah selesai makan, tamu yang lapar itu mengucapkan Hamdalah, sambil berkata “ terima kasih atas jamuanya, saya merasa bertenaga kembali. Kini saya bisa melakukan salat malam dan ibadah lainnya dengan tenang. Semoga Allah SWT membalas kebaikanmu belipat-lipat banyaknya,” kata tamu yang wajahnya sudah cerah itu.” Aamiin,‘’ ucap sahabat Ansar itu.

Besoknya sahabat Ansar itu kembali bertemu Rasulullah saw. Begitu ketemu, Rasulullah saw langsung memeluknya. “ Allah SWT takjub melihat apa yang telah kalian berdua lakukan terhadap tamu itu.” Kata Rasulullah saw pada sahabat Ansar itu. “ Ya Rasulallah, itu adalah kabar yang sangat mengharukan. Istriku pasti bahagia mendengarnya.” Ujar si sahabat Ansar.

Itulah kisah perihal adab memulikan tamu. Alhasil, dengan kisah tersebut kita bisa ambil ibrah bahwa bagaimana pun kita tetap konsisten memuliakan tamu. Tentunya, untuk mendukung hal tersebut sebaiknya dapur kita dilengkapi dengan Kitchen Set Custom, agar penyajian kepada tamu kita terkesan premium. Dengan begitu, tamu akan puas dengan layanan kita, sehingga hubungan silaturahim kita akan semakin menguat. Mari semangat!

Categories: Artikel

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *